The Map in Grandpa's Box
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Vida finds an old map in her grandpa's box and follows it with him to the park.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Vida found an old box in her grandpa's room. It was brown, and it smelled of dust. She opened it with care.
Vida menemukan sebuah kotak tua di kamar kakeknya. Kotak itu cokelat, dan berbau debu. Ia membukanya dengan hati-hati.
Inside was a piece of paper. It was a map of the town. Someone drew it by hand with a blue pen.
Di dalamnya ada selembar kertas. Itu peta kota. Seseorang menggambarnya dengan tangan memakai pulpen biru.
There was a red X in the park. Vida looked at it for a long time. What was there?
Ada tanda X merah di taman. Vida memandanginya lama sekali. Apa yang ada di sana?
She took the map to her grandpa. He sat in his chair and read a book. "Grandpa, look at this," she said.
Ia membawa peta itu kepada kakeknya. Kakeknya duduk di kursinya sambil membaca buku. "Kakek, lihat ini," katanya.
He took the map and smiled. "I drew this long ago," he said. "Do you want to go there?"
Kakeknya mengambil peta itu dan tersenyum. "Kakek menggambar ini sudah lama sekali," katanya. "Kamu mau ke sana?"
"Yes!" said Vida.
"Mau!" kata Vida.
They left the house and walked to the park. Grandpa walked slowly, and Vida carried the map. She read the lines. "Go to the gate. Then walk past the pond."
Mereka keluar rumah dan berjalan ke taman. Kakek berjalan pelan, dan Vida membawa peta. Ia membaca garis-garisnya. "Pergi ke gerbang. Lalu jalan melewati kolam."
They walked past the pond and the swings. The red X was on a very big tree.
Mereka berjalan melewati kolam dan ayunan. Tanda X merah itu ada di sebuah pohon yang sangat besar.
"Is there a treasure?" Vida asked.
"Apakah ada harta karun?" tanya Vida.
"Yes," said Grandpa. "I planted this tree. I was ten years old. It was small then."
"Ada," kata Kakek. "Kakek yang menanam pohon ini. Waktu itu Kakek berumur sepuluh tahun. Pohonnya masih kecil."
Vida looked up at the tall tree. Its leaves moved in the wind. They sat down together under it. Grandpa opened his bag.
Vida menengadah memandang pohon yang tinggi itu. Daun-daunnya bergerak ditiup angin. Mereka duduk bersama di bawahnya. Kakek membuka tasnya.






