The Proud Man at the Food Bank
Cerita bahasa Inggris gratis level A2 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
An old man comes to the food bank to help, not to take food, and Damien finds a way to thank him.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Damien worked at the food bank every Saturday. He gave bags of food to people who needed them.
Damien bekerja di bank makanan setiap hari Sabtu. Ia membagikan kantong-kantong makanan kepada orang-orang yang membutuhkannya.
One Saturday at ten, an old man came in. He wore a clean, old coat, and his back was very straight.
Pada suatu Sabtu pukul sepuluh, seorang pria tua masuk. Ia memakai mantel tua yang bersih, dan punggungnya sangat tegak.
"Good morning," Damien said. "Can I help you?"
"Selamat pagi," kata Damien. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"
"I am not here for food," the man said. "I am here to help. Do you need someone to work?"
"Saya tidak datang untuk meminta makanan," kata pria itu. "Saya datang untuk membantu. Apakah kalian butuh seseorang untuk bekerja?"
Damien saw the thin coat and the tired hands. He understood. "You came at the right time," he said. "We have too many boxes of cans and not enough hands."
Damien melihat mantel yang tipis dan tangan yang lelah itu. Ia mengerti. "Bapak datang di waktu yang tepat," katanya. "Kami punya terlalu banyak kardus kaleng dan kekurangan tangan."
The old man smiled a little. "Show me," he said.
Pria tua itu tersenyum sedikit. "Tunjukkan saja," katanya.
He sorted cans for three hours. He put the beans, soup, and tomatoes in neat lines. Then he looked at the big shelf by the door. "This one is crooked," he said. "Do you have a screwdriver?"
Ia menyortir kaleng-kaleng selama tiga jam. Ia menata kacang, sup, dan tomat dalam barisan yang rapi. Lalu ia melihat rak besar di dekat pintu. "Yang ini miring," katanya. "Kamu punya obeng?"
Damien found one. The old man fixed the shelf in ten minutes.
Damien menemukannya. Pria tua itu memperbaiki rak itu dalam sepuluh menit.
"I worked with wood for forty years," he said.
"Saya bekerja dengan kayu selama empat puluh tahun," katanya.
"You are better than all of us," Damien said.
"Bapak lebih pandai daripada kami semua," kata Damien.
At one o'clock, the old man put on his coat. Damien filled a bag with rice, beans, soup, bread, and apples.
Pada pukul satu, pria tua itu memakai mantelnya. Damien mengisi sebuah kantong dengan beras, kacang, sup, roti, dan apel.
"Every helper takes a bag home," he said. "It is the rule here."
"Setiap relawan membawa pulang satu kantong," katanya. "Itu aturan di sini."
The old man looked at the bag. Then he looked at Damien. "Then I will take it," he said. He held it with both hands. "Thank you. I will come back next Saturday."
Pria tua itu memandang kantong itu. Lalu ia memandang Damien. "Kalau begitu saya terima," katanya. Ia memegangnya dengan kedua tangan. "Terima kasih. Saya akan kembali Sabtu depan."






