Two Job Offers
Cerita bahasa Inggris gratis level A2 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Rosa gets two different job offers in the same week and must decide which one fits her life with her son.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Rosa works at a small shop, but she wants a new job. This week, she gets two job offers. Now she must choose between them.
Rosa bekerja di sebuah toko kecil, tetapi ia ingin pekerjaan baru. Minggu ini, ia mendapat dua tawaran kerja. Sekarang ia harus memilih salah satunya.
The first offer is from a big company downtown. The pay is high, and the office is modern. But the workday starts at seven in the morning.
Tawaran pertama datang dari sebuah perusahaan besar di pusat kota. Gajinya tinggi, dan kantornya modern. Tetapi hari kerja dimulai pukul tujuh pagi.
The second offer is from a clinic near her street. The pay is a little lower than the company job. The clinic only needs her from nine to four.
Tawaran kedua datang dari sebuah klinik di dekat jalan rumahnya. Gajinya sedikit lebih rendah daripada pekerjaan di perusahaan. Klinik itu hanya membutuhkannya dari pukul sembilan sampai pukul empat.
Rosa writes both offers on a piece of paper. Under each one, she writes what she likes. The company job means more money and a long train ride.
Rosa menulis kedua tawaran itu di selembar kertas. Di bawah masing-masing, ia menulis hal-hal yang ia sukai. Pekerjaan di perusahaan berarti lebih banyak uang dan perjalanan kereta yang panjang.
The clinic job means less money but a short walk to work. She will also finish early enough to see her son after school.
Pekerjaan di klinik berarti uang yang lebih sedikit, tetapi cukup berjalan kaki sebentar ke tempat kerja. Ia juga akan selesai cukup awal untuk bertemu putranya sepulang sekolah.
She calls her friend Daniel that evening for advice. "I don't know which job to pick," she tells him.
Malam itu ia menelepon temannya, Daniel, untuk meminta saran. "Aku tidak tahu harus memilih pekerjaan yang mana," katanya.
"Think about your son," Daniel says. "Which job gives you more time with him?"
"Pikirkan putramu," kata Daniel. "Pekerjaan mana yang memberimu lebih banyak waktu bersamanya?"
Rosa looks at her list again. She reads the clinic's short hours one more time. She thinks about walking her son home from school.
Rosa melihat daftarnya lagi. Ia membaca jam kerja klinik yang singkat itu sekali lagi. Ia membayangkan dirinya mengantar putranya pulang dari sekolah.
The next morning, Rosa calls the clinic manager. "Hello, this is Rosa," she says. "I would like to accept the job."
Keesokan paginya, Rosa menelepon manajer klinik. "Halo, saya Rosa," katanya. "Saya ingin menerima pekerjaan itu."






