Sampul The Old Phone Number

Nishi and her cousin Amadi grew up next door. They were close as children. They moved to different cities after college. They texted every week.

Nishi dan sepupunya, Amadi, tumbuh besar bertetangga. Mereka dekat sejak kecil. Mereka pindah ke kota yang berbeda setelah kuliah. Mereka saling berkirim pesan setiap minggu.

Lately, Amadi never answered her messages. Nishi sent jokes, photos, and questions. Nothing ever came back.

Belakangan ini, Amadi tidak pernah menjawab pesannya. Nishi mengirim lelucon, foto, dan pertanyaan. Tidak ada satu pun balasan.

She felt hurt and confused. She started to think Amadi was too busy for her. Maybe he found new friends in his new city.

Ia merasa sakit hati dan bingung. Ia mulai berpikir Amadi terlalu sibuk untuknya. Mungkin ia menemukan teman-teman baru di kota barunya.

The family reunion happened in July. Nishi almost skipped it that year. In the end, she decided to go.

Reuni keluarga diadakan pada bulan Juli. Tahun itu Nishi hampir tidak datang. Pada akhirnya, ia memutuskan pergi.

At the reunion, Amadi ran straight toward her. "Nishi! I missed you," he said with a big smile. She stared at him, unsure what to say.

Di reuni itu, Amadi berlari langsung ke arahnya. "Nishi! Aku kangen kamu," katanya dengan senyum lebar. Nishi menatapnya, tidak yakin harus berkata apa.

"You never answer my texts," she said quietly. Amadi looked confused. "What texts? I never got anything from you."

"Kamu tidak pernah menjawab pesanku," katanya pelan. Amadi tampak bingung. "Pesan apa? Aku tidak pernah menerima apa pun darimu."

They checked their phones together at the table. Nishi still had his old number saved. Amadi got a new phone last year.

Mereka memeriksa ponsel masing-masing bersama di meja. Nishi masih menyimpan nomor lama Amadi. Amadi mendapat ponsel baru tahun lalu.

"That explains everything," Amadi said, laughing. He saved her real number right there. Nishi saved his new one too.

"Pantas saja," kata Amadi sambil tertawa. Ia langsung menyimpan nomor Nishi yang benar di situ. Nishi juga menyimpan nomor barunya.

They spent the rest of the party together. They shared old stories and new plans. Amadi promised to text her that night.

Mereka menghabiskan sisa pesta bersama-sama. Mereka berbagi kisah lama dan rencana baru. Amadi berjanji akan mengirim pesan kepadanya malam itu.

Later that night, her phone buzzed once. It was a message from Amadi. It just said, "Testing! This one works."

Malam itu juga, ponselnya bergetar sekali. Itu pesan dari Amadi. Isinya hanya, "Tes! Nomor yang ini berfungsi."

The next month, they planned a video call every Sunday. Nishi marked it on her calendar. She never wanted to miss him again.

Bulan berikutnya, mereka merencanakan panggilan video setiap hari Minggu. Nishi menandainya di kalendernya. Ia tidak ingin lagi kehilangan kontak dengannya.

🧠 Cek pemahamanmu

  1. Why does Nishi think Amadi is ignoring her?

    Lihat jawaban

    Jawaban: He never answers her texts

    Amadi never answers her messages.

  2. What is the real reason Amadi does not answer?

    Lihat jawaban

    Jawaban: He has an old phone number for her

    Nishi still had his old number, and Amadi got a new phone.

  3. What do Nishi and Amadi do at the reunion?

    Lihat jawaban

    Jawaban: They save each other's real numbers

    They save each other's correct phone numbers at the table.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play