The Noisy Bike Brakes
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
A teenage bike shop worker steps in to diagnose a customer's noisy brakes when the head mechanic is busy.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Kalani worked at the bike shop after school. She knew every part of a bike. The head mechanic, Delano, trusted her with small repairs.
Kalani bekerja di toko sepeda sepulang sekolah. Ia tahu setiap bagian sepeda. Kepala mekanik, Delano, memercayainya untuk perbaikan-perbaikan kecil.
One afternoon, a man walked in with a broken bike. It made a loud squeak with every turn. He looked worried and tired.
Suatu sore, seorang pria masuk dengan sepeda yang rusak. Sepeda itu berdecit keras setiap kali rodanya berputar. Ia tampak cemas dan lelah.
"My brakes are really loud," he said. "I don't understand it." Delano was busy with another customer.
"Rem saya berisik sekali," katanya. "Saya tidak mengerti kenapa." Delano sedang sibuk dengan pelanggan lain.
"I can check it," Kalani said. The man looked surprised. He did not expect help from a teenager.
"Saya bisa memeriksanya," kata Kalani. Pria itu tampak terkejut. Ia tidak mengira akan dibantu oleh seorang remaja.
Kalani turned the bike upside down. She spun the front wheel slowly. The noise came from the brake pads.
Kalani membalik sepeda itu. Ia memutar roda depan perlahan-lahan. Suara itu berasal dari kampas rem.
"Your brake pads are old," she said. "I can put in new ones." The man nodded and sat down to wait.
"Kampas rem Anda sudah tua," katanya. "Saya bisa memasang yang baru." Pria itu mengangguk dan duduk menunggu.
Kalani opened a small drawer of parts. She picked two matching brake pads. She worked fast with her tools.
Kalani membuka sebuah laci kecil berisi suku cadang. Ia memilih dua kampas rem yang cocok. Ia bekerja cepat dengan perkakasnya.
In ten minutes, the bike stood ready. She spun the wheel again. This time, it turned without any noise.
Dalam sepuluh menit, sepeda itu sudah siap. Ia memutar roda lagi. Kali ini, roda itu berputar tanpa suara.
"Wow," the man said. "You really know bikes." Kalani smiled and wiped her hands. She rolled the bike toward the door.
"Wah," kata pria itu. "Kamu benar-benar paham soal sepeda." Kalani tersenyum dan mengelap tangannya. Ia menuntun sepeda itu ke arah pintu.
"Thank you very much," the man said. He paid at the counter and waved goodbye. Kalani went back to her work. Delano gave her a proud smile.
"Terima kasih banyak," kata pria itu. Ia membayar di kasir dan melambaikan tangan. Kalani kembali ke pekerjaannya. Delano memberinya senyum bangga.






