Sampul The Cake That Got Smaller

On Monday, Eliska opens the fridge and sees the birthday cake. It is big, with white cream and red berries. It is for her mother's party on Saturday.

Pada hari Senin, Eliska membuka kulkas dan melihat kue ulang tahun. Kue itu besar, dengan krim putih dan buah beri merah. Kue itu untuk pesta ibunya hari Sabtu.

On Tuesday morning, the cake is smaller. One piece is gone. On Wednesday, there is another missing piece. On Thursday, the cake is half its size.

Pada Selasa pagi, kue itu menjadi lebih kecil. Satu potong hilang. Pada hari Rabu, ada satu potong lagi yang hilang. Pada hari Kamis, kue itu tinggal setengahnya.

"Did you eat it?" Eliska asks her brother at breakfast.

"Kamu yang makan?" tanya Eliska kepada adiknya saat sarapan.

"No!" he says. "I do not even like berries."

"Bukan!" katanya. "Aku bahkan tidak suka buah beri."

Eliska believes him. She looks at the fridge door and thinks hard. Someone comes in the night, and she needs to know who.

Eliska memercayainya. Ia menatap pintu kulkas dan berpikir keras. Seseorang datang pada malam hari, dan ia perlu tahu siapa.

That evening, she gets a bag of flour from the cupboard. She puts a thin white line on the kitchen floor. It goes from the door to the fridge. Then she goes to bed and falls asleep fast.

Malam itu, ia mengambil sekantong tepung dari lemari. Ia menaburkan garis putih tipis di lantai dapur. Garis itu membentang dari pintu ke kulkas. Lalu ia pergi tidur dan cepat terlelap.

In the morning, she runs to the kitchen. The cake is smaller again. And on the floor, there are prints in the flour. They are small and flat, with a round front.

Pagi harinya, ia berlari ke dapur. Kue itu menjadi lebih kecil lagi. Dan di lantai, ada jejak-jejak di dalam tepung. Jejak itu kecil dan pipih, dengan ujung depan yang bulat.

"Slippers," Eliska says. She follows the prints out of the kitchen and down the hall. They stop at her grandmother's door.

"Sandal rumah," kata Eliska. Ia mengikuti jejak itu keluar dari dapur dan menyusuri lorong. Jejak itu berhenti di depan pintu kamar neneknya.

Her grandmother sits in bed with a cup of tea. A little cream is on her chin. She looks at Eliska, then at the flour on her slippers. She starts to laugh.

Neneknya duduk di tempat tidur dengan secangkir teh. Ada sedikit krim di dagunya. Ia menatap Eliska, lalu menatap tepung di sandalnya. Ia mulai tertawa.

"Oh, dear," says Grandma. "Please do not tell your mother. Can I have a bigger piece on Saturday?"

"Aduh, Nak," kata Nenek. "Tolong jangan bilang ke ibumu. Boleh Nenek minta potongan yang lebih besar hari Sabtu?"

🧠 Cek pemahamanmu

  1. What is in the fridge?

    Lihat jawaban

    Jawaban: A birthday cake

    A big birthday cake with cream and berries is in the fridge.

  2. What does Eliska put on the floor?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Flour

    She makes a thin white line of flour on the kitchen floor.

  3. Who takes the cake?

    Lihat jawaban

    Jawaban: Her grandmother

    The slipper prints lead to her grandmother's room.

Suka ceritanya? Dengarkan versi lengkap dan cari arti kata apa pun di aplikasi

  • Ketuk kata apa pun untuk melihat artinya
  • Dengarkan setiap cerita sampai habis dan baca offline
  • Ulangi kosakata, latih pelafalan, dan kerjakan kuis
Temukan di Google Play