The Light in the Empty Shop
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Taini sees a light in a closed shop every night and wants to know why.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
The old shop on Taini's street was closed all year. The windows were dusty. A sign on the door said "Closed."
Toko tua di jalan Taini tutup sepanjang tahun. Jendelanya berdebu. Sebuah papan di pintu bertuliskan "Tutup."
Taini passed the shop every day on her way home. She never looked at it. Then one evening, she saw a light inside. The next night, the light was there again. It was there every night.
Taini melewati toko itu setiap hari dalam perjalanan pulang. Ia tidak pernah memandangnya. Lalu pada suatu malam, ia melihat cahaya di dalamnya. Malam berikutnya, cahaya itu ada lagi. Cahaya itu ada setiap malam.
"Is someone in the old shop?" she asked her neighbor.
"Apakah ada orang di toko tua itu?" tanyanya kepada tetangganya.
"I do not know," her neighbor said. "The door is always locked."
"Saya tidak tahu," kata tetangganya. "Pintunya selalu terkunci."
This was very strange. Taini thought about the light at work. She thought about it at dinner.
Ini sangat aneh. Taini memikirkan cahaya itu di tempat kerja. Ia memikirkannya saat makan malam.
On Thursday evening, she stopped at the window. She cleaned the glass with her sleeve and looked inside.
Pada Kamis malam, ia berhenti di depan jendela. Ia membersihkan kaca dengan lengan bajunya dan mengintip ke dalam.
A man stood in the shop with a big brush. He had white paint on his shirt. The walls were bright and clean.
Seorang pria berdiri di dalam toko dengan kuas besar. Ada cat putih di kemejanya. Dinding-dindingnya terang dan bersih.
Taini knocked on the glass. The man opened the door.
Taini mengetuk kaca. Pria itu membuka pintu.
"Hello," he said. "Did I scare you?"
"Halo," katanya. "Apakah saya mengagetkan Anda?"
"I see your light every night," Taini said.
"Saya melihat lampu Anda setiap malam," kata Taini.
"I work here after my day job," he said. "This shop is my new bakery."
"Saya bekerja di sini setelah pekerjaan utama saya," katanya. "Toko ini akan jadi toko roti baru saya."
"A bakery!" Taini said.
"Toko roti!" kata Taini.
"Yes. Come on the first day. The first bread is for you."
"Ya. Datanglah di hari pertama. Roti pertama untuk Anda."
"Then I am first in line," Taini said.
"Kalau begitu, saya yang pertama antre," kata Taini.






