The Real Chess Game
Cerita bahasa Inggris gratis level A1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
Tilda always beats her grandpa at chess, until she sees why.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
Every Sunday, Tilda plays chess with her grandpa. They sit at the kitchen table. The board is old and brown.
Setiap hari Minggu, Tilda bermain catur dengan kakeknya. Mereka duduk di meja dapur. Papan caturnya tua dan berwarna cokelat.
Grandpa taught her this game many years ago. Now Tilda always wins. She wins fast, and she feels proud. But today something feels strange.
Kakek mengajarinya permainan ini bertahun-tahun lalu. Sekarang Tilda selalu menang. Ia menang dengan cepat, dan ia merasa bangga. Tetapi hari ini ada yang terasa aneh.
She looks at the board. Grandpa moves his queen. It is a very bad move. Tilda can take the queen for free.
Ia memandang papan catur. Kakek menggerakkan ratunya. Itu langkah yang sangat buruk. Tilda bisa mengambil ratu itu dengan cuma-cuma.
She stops. She looks at his face. He looks at the window and hums a song.
Ia berhenti. Ia memandang wajah kakeknya. Kakeknya menatap jendela dan bersenandung.
He makes bad moves every week. Tilda sees it now. Her heart feels warm and sad at the same time.
Kakek membuat langkah buruk setiap minggu. Sekarang Tilda menyadarinya. Hatinya terasa hangat dan sedih pada saat yang sama.
"Grandpa," she says, "you do that on purpose." He does not answer. He looks at his tea.
"Kek," katanya, "Kakek sengaja melakukan itu." Kakeknya tidak menjawab. Ia memandangi tehnya.
"I want a real game," she says. "Please play for real." Grandpa smiles slowly. "Are you sure?" he asks.
"Aku ingin permainan yang sungguhan," katanya. "Tolong main sungguh-sungguh." Kakek tersenyum pelan. "Kamu yakin?" tanyanya.
"Yes," says Tilda. "Okay," he says. He moves one small piece.
"Yakin," kata Tilda. "Baiklah," katanya. Ia menggerakkan satu bidak kecil.
Tilda plays her best. But Grandpa is very good. In ten moves, her king has no way out. "Checkmate," he says softly.
Tilda bermain sebaik-baiknya. Tetapi Kakek sangat jago. Dalam sepuluh langkah, rajanya tidak punya jalan keluar. "Skakmat," katanya dengan lembut.
Tilda looks at the board. Then she starts to laugh. She puts the pieces back in their places.
Tilda memandang papan catur. Lalu ia mulai tertawa. Ia menaruh kembali bidak-bidak itu ke tempatnya.
"Again," she says.
"Sekali lagi," katanya.






