The Office Plant Sensor
Cerita bahasa Inggris gratis level B1 untuk pelajar, bisa dibaca online dalam 5 bahasa, dengan pilihan untuk mendengarkannya di aplikasi Storyteller gratis.
A smart plant sensor keeps warning that the office fig tree needs water, and Uma and Percy discover two people have been watering it without knowing about each other.
Itu cuplikannya! Dengarkan cerita lengkapnya di aplikasi Storyteller gratis. Unduh aplikasi
Audio belum tersedia saat ini.
The break room at Uma's office has a small smart plant sensor. It is clipped to the fig tree by the window. It reports the plant's water and light levels straight to everyone's phones. For weeks, it has quietly kept the plant alive without much attention.
Ruang istirahat di kantor Uma punya sebuah sensor tanaman pintar yang kecil. Sensor itu dijepitkan pada pohon ara di dekat jendela. Sensor itu melaporkan kadar air dan cahaya tanaman itu langsung ke ponsel semua orang. Selama berminggu-minggu, sensor itu diam-diam menjaga tanaman itu tetap hidup tanpa banyak perhatian.
Then one Monday, the sensor starts sending alerts every few hours. "Water level critical," it warns, again and again. Uma, who has watered the tree faithfully since it arrived, is confused and a little offended. She waters it anyway, just to be safe.
Lalu pada suatu hari Senin, sensor itu mulai mengirim peringatan setiap beberapa jam. "Kadar air kritis," peringatnya, berulang kali. Uma, yang menyiram pohon itu dengan setia sejak pohon itu datang, bingung dan sedikit tersinggung. Ia tetap menyiramnya, sekadar berjaga-jaga.
By Wednesday, the soil is soaked, and the leaves have started turning yellow at the edges. Percy, who sits near the plant, notices first. "Someone else might be watering it too," he says. "There's no way this is normal for one person's schedule."
Pada hari Rabu, tanahnya sudah basah kuyup, dan ujung-ujung daunnya mulai menguning. Percy, yang duduk di dekat tanaman itu, yang pertama menyadarinya. "Mungkin ada orang lain yang juga menyiramnya," katanya. "Mustahil ini normal untuk jadwal satu orang."
They check the sensor's app together and find a shared log. It turns out the new intern has also watered the tree this week. Nobody explained that Uma already handles it. Between the two of them, they have watered the poor plant nearly every day.
Mereka memeriksa aplikasi sensor itu bersama-sama dan menemukan catatan bersama. Ternyata anak magang baru juga menyiram pohon itu minggu ini. Tak ada yang menjelaskan bahwa Uma sudah mengurusnya. Berdua, mereka sudah menyiram tanaman malang itu hampir setiap hari.
"I should introduce myself properly," Uma admits, laughing at the mix-up. Percy agrees that the office needs a simple sign-up sheet instead of two people guessing. They tape a small note to the pot: "Watered by Uma every Monday. Please don't add more!"
"Aku harus memperkenalkan diri dengan baik," Uma mengaku sambil menertawakan kekeliruan itu. Percy setuju bahwa kantor butuh lembar jadwal sederhana, bukan dua orang yang saling menebak. Mereka menempelkan catatan kecil di pot itu: "Disiram oleh Uma setiap hari Senin. Mohon jangan menambah lagi!"
The following week, the sensor finally goes quiet again. The soil dries out at a normal pace, and new green leaves begin to appear. Percy jokes that the plant survived office life better than most new employees do. Uma just smiles and waters it exactly once, right on schedule.
Minggu berikutnya, sensor itu akhirnya tenang lagi. Tanahnya mengering dengan kecepatan normal, dan daun-daun hijau baru mulai tumbuh. Percy bercanda bahwa tanaman itu bertahan menghadapi kehidupan kantor lebih baik daripada kebanyakan karyawan baru. Uma hanya tersenyum dan menyiramnya tepat sekali, sesuai jadwal.






